JOURNEY OF MY LIFE
By: Dewi Maslakhah, SE, SP.d, MI Roudlotul Ulum Jabalsari
Diatas rumpun bambu,
Duri-duri memberi mimpi
tentang rasa sakit,
Berdarah dan ketakutan
untuk melangkah
Tapi...ketika angin
menyentuh dedaunan,
Kita tahu arah sejarah terpahat di pohok-pokok kayu
Di belah bambu menenun
usia dengan menyisakan sebuah tanya;
Adakah yang lebih abadi dari lara kenangan?
Mungkin disetiap rambut kepala yang bermuara pada ladang ingatan
Tercetak sepetak keindahan, sepetak kenangan
Tapi rumput akan tumbuh, terus tumbuh dan bertambah
Menggenang pematang, lalu segalanya berubah...
Semacam perjalanan tanpa henti
Sebuah pelayaran yang berpindah
dari samudra ke samudra
Hingga batas dinding yang tak
terbatas
Dan terus melangkah menuju tiada
Mungkin lara itu, kenangan itu hanya sebuah tanda
Dari keremangan cahaya
Kita tahu, sekaligus tidak tahu
Mengapa diatas rumpun bambu
sejarah selalu terluka dan pilu?
Kita yang sudah berada di dalamnya
dan menjadi bagiannya
Mungkin kita adalah duri
itu,
Pokok kayu atau kenangan yang bergalah bambu
Meski usia selalu mengeja
kita dari awal sampai akhir
Semoga kita bisa
mengejanya
Seperti rumput yang tak pernah abadi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar